Banda Aceh – Tanggal 23 Januari 2020 diselenggarakan seminar bertema “Peran Alumni Jerman dalam Mencapai Pembangunan Aceh Berkelanjutan” untuk memperingati satu dekade kerja sama Aceh-Jerman di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi sekaligus memetakan potensi kerja sama baru yang dapat dilakukan. 

Beberapa perwakilan yang berasal dari Pemerintah Aceh, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Mak Rah Pireng serta para alumni Jerman yang terlibat di dalam program Returning Expert (RE) dan Business Idea for Development (BID) di Provinsi Aceh menghadiri acara yang sangat bersahabat ini.

Atas nama Pemerintah Republik Federal Jerman, Syamsul Ibad dari GIZ yang merupakan lembaga internasional di bidang kerja sama pembangunan Indonesia-Jerman, juga memaparkan beberapa program kerja sama Aceh-Jerman yang telah berlangsung, termasuk di dalamnya program dukungan bagi para alumni yang kembali ke Indonesia, yakni program Returning Expert (RE) dan Business Idea for Development (BID).   

Plt Gubernur Aceh melalui Staf Ahli Bidang Politik Pemerintahan, Hukum dan Pemerintahan (Polhupem) Kamaruddin Andalah, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sangat menyambut baik program RE yang didukung oleh Pemerintah Jerman dan sangat membuka peluang agar lulusan universitas di Jerman dapat bekerja sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melaksanakan percepatan pembangunan di Aceh. 

Sehingga diharapkan melalui kolaborasi antara alumni Jerman dengan ASN ini dapat menjadi media perubahan cara pandang (mindset) dan pola kerja dengan skema transfer knowledge di dalamnya. Selain itu, Pemerintah Aceh mendorong pula alumni jerman agar dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah dan mengharapkan pula adanya perkembangan kerja sama dengan GIZ untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Aceh, khususnya di bidang industri dan lingkungan hidup.

Pada saat kegiatan berlangsung Ir Bahagia, Dipl.SE, selaku Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh menyampaikan peran dan kontribusi para RE di Kota Banda Aceh terhadap pembangunan Aceh melalui transfer ilmu dan peran aktif mereka selama bekerja di bawah naungan Pemerintah Kota Banda Aceh. 

Pemerintah Kota Banda Aceh telah lama bekerja sama dengan para RE tersebut dan hingga saat ini jumlah RE merupakan yang terbanyak dalam kurun 10 tahun terakhir. Rata-rata RE tersebar dan bekerja di lembaga pemerintahan, seperti di Bappeda Kota Banda Aceh, DLHK3, dan Balai Kota. Saat ini masih ada tiga orang RE yang sedang bekerja di BAPPEDA Kota Banda Aceh dan bahkan dua orang mantan RE melanjutkan masa kerja mereka sebagai tenaga ahli. Selain di pemerintahan, banyak juga RE yang mengabdikan diri mereka di universitas dan beberapa lembaga non-pemerintahan. 

Sebagai perwakilan sektor swasta, CEO Mak Rah Piring Nur Anindya yang hadir pada acara tersebut juga menyampaikan perkembangan program Business Idea for Development (BID) dan memaparkan produk inovasi berupa sabun cuci piring yang terbuat dari asam sunti. 

Anindya juga menjelaskan visinya untuk menyerap tenaga kerja melalui pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Mak Rah Piring merupakan salah satu Finalis program BID 3 yang diselenggarakan oleh GIZ. Hal ini menunjukkan bahwa para alumnus BID juga dapat berperan untuk mempercepat pembangunan di Aceh yang tidak hanya melalui sektor pemerintahan dan pendidikan namun juga melalui sektor ekonomi, yakni dengan melahirkan bisnis startup baru yang muncul di Kota Banda Aceh.

Di akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan buku ‘Peran Alumni Jerman dalam Pembangunan Aceh yang berisi informasi singkat mengenai pemetaan dan peran para alumni Jerman yang terlibat di dalam program RE di Aceh dalam kurun waktu 10 tahun terakhir serta dukungan Pemerintah Aceh untuk mencapai SDGs.

Leave a Reply

Your email address will not be published.